Followers

Sabtu, 15 Januari 2011

contoh essai hubungan internasional

Abdul Aziz (109083000059)
Ahmad Hilmi (109083000003)
Aprilia Penafiel Fadillah (109083000008)

Judul : Kekerasan Terhadap Tenaga Kerja Indonesia Di Tinjau Daru Sudut Pandang Marxisme
Pertanyaan: Bagaimana Hubungan Bilateral Indonesia – Malaysia dan Kontribusi serta Keterbatasan Teori Marxisme dalam Mengkaji Kasus Kekerasan Terhadap Tenaga Kerja Indonesia.

Hubungan bilateral Indonesia dengan Malaysia telah dimulai sejak jaman kepemipinan Presiden Soekarno. Namun pada September 1963, Indonesia memutuskan hubungan diplomatik, menyusul pembentukan Federasi Malaysia yang mencakup daerah-daerah bekas jajahan Inggris di Kalimantan Utara, kemudian diadakannya pemulihan kembali hubungan diplomatik antara Indonesia dan Malaysia pada Agustus 1966. Hubungan bilateral ini juga dipererat dengan penandatanganan deklarasi bangkok pada 8 Agustus 1967 yang berisi kesepakatan mengenai pembentukan Asosiasi Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Namun hubungan bilateral ini mengalami kesenjangan dengan adanya tindak kekerasan yang dialami oleh para Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Essai ini menjelaskan hubungan bilateral Indonesia-Malaysia dan kontribusi serta keterbatasan Teori Marxisme dalam mengkaji kasus kekerasan terhadap TKI. Dalam hal ini penulis berargumen bahwa rentang kelas Borjuis dan Proletar terepresentasi dengan Majikan dan TKI mempengaruhi hubungan bilateral kedua negara ditinjau dari perspektif Marxisme.

Direktur Asisten Kepala Divisi Kekerasan Seksual dan Anak Polisi Diraja Malaysia memaparkan bahwa kekerasan fisik dilakukan oleh majikan perempuan, anak-anak majikan dan agen TKI sendiri. Sebagai contoh kita dapat melihat kekerasan yang dialami oleh Siti Hajar, TKI asal garut yang mengalami siksaan oleh majikannya di Malaysia selama 3 tahun. Peristiwa ini juga memancing amarah masyarakat Indonesia ditandai dengan dibuatnya grup dalam jejaring sosial Facebook dengan judul “Dukungan untuk Siti Hajar”. Akan tetapi aksi pembuatan grup ini tidak menghentikan kekerasan yang terjadi dengan menyusulnya kasus kekerasan lain seperti Nurul Widjayanti (TKI asal Ngawi yang dilaporkan bunuh di Selangor).
Marxisme adalah teori yang dirancang untuk mempromosikan masyarakat yang baik, yaitu respon modernitas. Menurut Marx, potensi bagi pencapaian individu terkait dengan aktivitas ekonomi atau produksi dari suatu masyarakat; khususnya, kesempatan untuk bebas dalam masyarakat modern hanya mungkin apabila sistem produksi berbasis kelas yang menjadi karakter kapitalisme dihapuskan. Dalam Teori Marxisme hal terpenting sebagai pusat kegiatan manusia adalah ekonomi yaitu dititik beratkan dalam sektor produksi karena produksi adalah kunci dalam memahami keseluruhan struktur sosial. Menurut Marx produksi didasarkan pada tanah, buruh, dan modal lalu siapapun yang mengendalikan sumber produksi tersebut mampu menguasai ekonomi dan politik suatu negara. Produksi barang material (aktivitas manusia yang paling penting), selalu terjadi dengan melakukan eksploitasi tenaga kerja sebagai pihak mayoritas yakni kelas yang tidak memiliki sarana produksi (proletar) oleh kelas minoritas yang memiliki sarana produksi dan tidak mengerjakan sendiri (borjuis), sehingga dapat dikatakan hubungan tersebut adalah hubungan yang berupa konflik.

Marx menggunakan Dialectic Sycle untuk mengkaji sebuah kasus, dalam hal ini kita akan mencoba menerapkannya dalam kasus kekerasan terhadap TKI. Dalam kasus ini kita ambil pernyataan “Kekerasan terhadap TKI murni disebabkan oleh kepemilikan absolut TKI oleh majikannya”. Sebagai contoh hal ini berkaitan dengan apa yang dialami Siti Hajar yaitu “Saya tidak bisa keluar rumah majikan karena selalu dikunci dari pintu kayu dan pintu besinya”. Berikutnya kita dapat memasukkan Antithesis berupa “Kekerasan terhadap TKI tidak disebabkan oleh kepemilikan absolut TKI oleh majikannya melainkan kecerobohan dan inkompetensi TKI dalam melaksanakan tugas”. Antithesis ini dikuatkan dengan paparan Siti Hajar mengenai alasan ia mengalami siksaan,”Mungkin karena masakan kurang cocok, mencuci kamar mandi dianggap kurang bersih, disuruh urut katanya tidak enak, sampai anaknya menangis saja saya langsung disiksa”. Thesis dan Antithesis tersebut dapat didamaikan kemudian dengan pernyataan, “Kekerasan terhadap TKI tidak hanya disebabkan oleh kecerobohan dan inkompetensi TKI dalam melaksanakan tugas namun juga disebabkan oleh rasa kepemilikan absolut yang dimiliki oleh majikan terhadap TKI tersebut”.
Power dapat dikatakan sebagai unsur utama dalam teori Marx mengenai Proletar dan Borjuis dimana para Borjuis memiliki power besar sebagai pemilik modal dan dapat menekan para Proletar. Kasus yang dialami oleh Siti Hajar mengindikasikan bahwa Borjuis dapat menekan Proletar karena majikan memiliki kapital dan mengakibatkan TKI hanya dapat menerima apapun yang dilakukan oleh majikannya. Pernyataan mengenai power tersebut ditegaskan oleh pernyataan Siti Hajar tentang mengapa ia tidak melarikan diri,“Saya masih mengharapkan gaji untuk membiayai kedua anak saya”. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa proletar memiliki power yang sangat lemah dibandingkan dengan power yang dimiliki oleh majikannya yang berimplikasi tidak adanya perlawanan terhadap tekanan yang mereka alami.

Dalam pendapatnya terlihat Marx menghendaki adanya Kapiltalis. Tetapi dibalik itu semua Marx membuat suatu skema prediksi agar terjadi suatu revolusi atau kebangkitan kaum proletar. Kelas yang dominan sering kali menggunakan pemaksaan atau kekerasan untuk mempertahankan kekuasaan dan menjalankan kepentingannya. Dan kaum Proletar semakin tertindas dan dieksploitasi oleh yang dominan. Kelas yang dieksploitasi pun mulai melancarkan perjuangan politik, yang dirancang untuk menggantikan tataran sosial yang lama dengan yang lebih sesuai dengan tatanan ekonomi yang baru. Dengan semakin banyaknya tekanan yang ada dari kaum dominan,para kaum proletar yang selalu tertindas akhirnya menimbulkan suatu kesadaran untuk melakuan suatu perlawanan. Sebagai penguat, Siti Hajar menjelaskan bahwa ia berhasil melarikan diri karena tidak kuat mengalami tekanan dalam wawancaranya bersama Kontributor Tempo. Meskipun belum terjadi revolusi tetapi hal ini membuat banyak lahirnya organisasi-organisasi sosial yang mendukung perjuangan kaum proletar, contohnya seperti Serikat Buruh dan Front Perjuangan Rakyat.
Penulis tidak setuju dengan anggapan Marx yaitu aktivitas dalam ekonomi adalah hal yang utama dalam membuat aspek-aspek lain kehidupan manusia. Kegiatan ekonomi yaitu dasar aspek dalam masyarakat dan kegiatan lainnya adalah sebagai aspek-aspek pendukung lainnya. Sedangkan power dalam persepsi Marx adalah pemilik modal atau kapital. Kapitalisme bergantung pada ketidaksetaraan yang melekat, apabila diakui, tidak akan diterima sebagai hal yang adil. Maka akan terjadi kontra antara tujuan utama Marx untuk mencapai kesetaraan sosial dengan Kapitalis yang mengusung keutamaan ekonomi.
Marxisme gagal untuk memperluas jangkauan dalam menganalisa pola eksploitasi dan keterasingan pada ras dan gender karena hanya terfokus pada ekonomi-produksi. Dalam kasus yang terjadi di malaysia sering kali dilakukan oleh etnis Cina karena mayoritas penduduk di Malaysia adalah etnis Melayu sehingga sebagai kaum minoritas probabilitas timbulnya kecemburuan sosial yang berujung pada kekerasan sangatlah mungkin. Hay Yuang Tying (Michelle) yang beretnis Cina dan telah melakukan kekerasan terhadap Siti Hajar dan Kim Poh yang juga melakukan kekerasan terhadap Winfaidah adalah gambaran bahwa faktor etnis ternyata juga dapat menyebabkan kecemburuan sosial yang berujung pada kekerasan.
Dalam studi hubungan internasional, prediksi Marx yang menggebu-gebu akan adanya penyatuan seluruh umat manusia kedalam masyarakat sosialis seringkali dikritik karena mengabaikan dasar logika fragmentasi yang diciptakan oleh rivalitas tanpa akhir antar negara-bangsa. Hal ini menandakan bahwa utopis Marx telah mengalami hambatan dimana kekerasan tetap dapat terjadi antara Borjuis dan Proletar yang mengakibatkan rentang kedua kelas yang saling kontra tersebut semakin membesar.
Jadi seperti inilah contoh kasus yang terjadi dalam hubungan bilateral Indonesia-Malaysia dimana eksploitasi dan kekerasan terjadi pada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia. Pandangan marxisme dalam masalah kekerasan TKI dalam hubungan bilateral ini tidak menitik beratkan pada negara namun cenderung pada pertentangan kelas, yaitu dimana kelas borjuis direpresentasikan oleh majikan dan proletar yang direpresentasikan oleh TKI. Inilah yang menjadikan adanya kekerasan TKI di Malaysia dikarenakan faktor power yang dimiliki oleh kaum Borjuis sebagai pemilik modal membuat terjadinya ekspolitasi atas kaum proletar. Dalam marxisme cenderung melihat konflik dilihat dari sudut pandang ekonomi hal inilah yang menjadi kurang relevan untuk menjelaskan masalah bilateral ini. Sedangkan probabilitas yang terjadi dalam kasus ini dapat dikarenakan oleh faktor etnis, faktor ras maupun faktor politik. Seharusnya Marxisme dapat lebih memperluas jangkuan dalam analisa pertentangan kelas yang mengakibatkan pola penindasan kaum dominan tidak hanya dari sudut pandang ekonomi. Sebagai penutup essai penulis menyimpulkan “no one perfect in the world” begitu pula sebuah teori tak ada yang sempurna untuk menjelaskan suatu masalah terlepas dari kelebihan dan kekurangannya.








Daftar Pustaka:

Scott Burchill & Andrew Linklater, 2009. Teori-Teori Hubungan Internasional, Bandung : Nusa Media
Robert Jackson&Georg Sorensen, 2005. Pengantar Studi Hubungan Internasional, Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Jones, Pip. 2009. Pengantar Teori-Teori Sosial. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia
Momen-Momen Penting dalam Sejarah Diplomasi Indonesia, 2010, Deplu.go.id, http://www.deplu.go.id/Pages/History.aspx?IDP=3&l=id
Siti Hajar Dihajar Majikan di Malaysia,10 Juni 2009, postkotanews, http://berita.postkotanews.com/SitiHajarDihajarMajikandiMalaysia
Winfaidah TKI Korban Perdagangan Manusia , 24 September 2010, liputan6.com, http://berita.liputan6.com/liputanpilihan/201009/297898/Winfaidah.TKI.Korban.Perdagangan.Manusia

1 komentar:

PAK SOLIHIN DI MEDANG mengatakan...

saya ingin berbagi cerita kepada semua teman-teman bahwa saya yg dulunya orang yg paling tersusah,walaupun mau makan itu pun harus hutang dulu sama tetangga dan syukur kalau ada yg mau kasi,semakin aku berusaha semakin jauh juga pekerjaan dan selama aku ingin berbuat baik kepada orang lain semakin banyak pula yg membenci saya karna saya cuma dianggap rendah sama orang lain karna saya tidak punya apa-apa,dan akhirnya saya berencana untuk pergi mencari dukun yg bisa menembus nomor dan disuatu hari saya bertemu sama orang yg pernah dibantu sama MBAH KABOIRENG dan dia memberikan nomor MBAH KABOIRENG,dia bilan kepada saya kalau MBAH KABOIRENG bisa membantu orang yg lagi kesusahan dan tidak berpikir panjang lebar lagi saya langsun menghubungi MBAH KABOIRENG dan dengan senan hati MBAH KABOIRENG ingin membantu saya,,alhamdulillah saya sudah menang togel yg ke5 kalinya dan rencana saya bersama keluarga ingin membuka usaha dan para teman-teman diluar sana yg ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KABOIRENG di 085=260=482=111 saya sangat bersyukur kepada allah karna melalui bantuan MBAH KABOIRENG dan kini kehidupan saya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ingat kesempatan tdk akan datan untuk yg kedua kalinya.. KLIK TOGEL 2D 3D 4D 6D DISINI













saya ingin berbagi cerita kepada semua teman-teman bahwa saya yg dulunya orang yg paling tersusah,walaupun mau makan itu pun harus hutang dulu sama tetangga dan syukur kalau ada yg mau kasi,semakin aku berusaha semakin jauh juga pekerjaan dan selama aku ingin berbuat baik kepada orang lain semakin banyak pula yg membenci saya karna saya cuma dianggap rendah sama orang lain karna saya tidak punya apa-apa,dan akhirnya saya berencana untuk pergi mencari dukun yg bisa menembus nomor dan disuatu hari saya bertemu sama orang yg pernah dibantu sama MBAH KABOIRENG dan dia memberikan nomor MBAH KABOIRENG,dia bilan kepada saya kalau MBAH KABOIRENG bisa membantu orang yg lagi kesusahan dan tidak berpikir panjang lebar lagi saya langsun menghubungi MBAH KABOIRENG dan dengan senan hati MBAH KABOIRENG ingin membantu saya,,alhamdulillah saya sudah menang togel yg ke5 kalinya dan rencana saya bersama keluarga ingin membuka usaha dan para teman-teman diluar sana yg ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KABOIRENG di 085=260=482=111 saya sangat bersyukur kepada allah karna melalui bantuan MBAH KABOIRENG dan kini kehidupan saya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ingat kesempatan tdk akan datan untuk yg kedua kalinya.. KLIK TOGEL 2D 3D 4D 6D DISINI